Era pengelolaan hutan pada hutan produksi oleh unit manajemen dalam bentuk Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Alam yang dulunya bernama Hak Pengusahaan Hutan ( HPH ), sampai dengan tahun 2000 boleh dikatakan menganut prinsip "kissing in the dark " dalam hal publikasi, yang bearti bahwa biarlah pengelolaan hutan ini hanya diketahui oleh pengelola saja, dunia lain tidak perlu tahu apa yang telah dilakukan oleh unit manajemen.

Namun dengan berjalannya waktu dan era globalisasi informasi sudah tidak bisa dibendung lagi, sangat jelas dirasakan bahwa informasi mengenai pengelolaan hutan oleh unit manajemen mengarah ke opini negative, hal ini dapat dimengerti karena selama ini dunia luar tidak tahu persis apa yang telah terjadi dan dilakukan para pengelola hutan.

Media website Kliamangrove ini adalah salah satu sarana jawaban untuk mengetahui lebih banyak lagi perihal pengelolaan hutan, khususnya hutan mangrove yang selama ini hanya dikenal kerusakannya saja, disamping itu unit manajemen juga memberikan informasi perihal peluang kerjasama untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya hutan mangrove yang belum dilakukan selama ini, antara lain: perdagangan karbon, wood pellets energy ( salah satu satu alternative energy terbarukan ), ecotourism menjelajah mangrove dan hasil hutan bukan kayu lainnya.

Lisman Sumardjani sobat karib saya sering mengatakan bahwa mengelola hutan secara lestari ibarat mengelola " ayam bertelur emas " yang berarti apabila ingin sumberdaya hutan terus ada dan lestari, maka hutanny