• Business Challenges in Kandelia Mangrove
BISNISS CHALLENGES OF MANGROVE

BISNISS CHALLENGES OF MANGROVE

Konsesi PT. Kandelia Alam terletak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan, memiliki luas areal kerja ± 18.130 Ha yang didominasi oleh ekosistem mangrove ( 75% ) dan rawa berair (25%). Areal efektif yang dijadikan sebagai areal produksi hanya ekosistem mangrove seluas ± 11.021 Ha ( 62% dari luas areal ), sisanya seluas ± 7.109 Ha ( 38%) dijadikan areal Pelestarian Plasma Nutfah dan merupakan bagian dari ekosistem mangrove Batu Ampar, Kubu Raya. Berdasarkan hasil penelitian bersama antara CFCRRD-FORDA & CIFOR dengan judul “ Carbon Stock Assessment In Mangrove Ecosystem Of Kubu Raya, West Kalimantan, Year 2011” meyampaikan bahwa ”The overall mean carbon stock of Mangrove ecosystem across the seven transect was 882.8 ton/ha. This carbon storage is generally hight compared with upland forest in the tropics which has been reported to store between 150 and 500 ton/ha (e.g. Brown et al.’ 1991; Murdiyarso, 2002).Kayu mangrove mempunyai berat jenis ( density ) cukup tinggi yakni 1,2 dan hal ini berarti setiap 1 m³ terdapat 1.200 kg ( 1,2 tonne ). Density yang tinggi, akan menghasilkan kalori yang tinggi juga apabila dijadikan wood pellets atau arang kayu kualitas tinggi ( white charcoal), begitu chip kayu dari mangrove akan meninggikan kualitas kertas ( umumnya sebagai coating).

Grafik BCM

Potensi biodiversitas flora, fauna ( seperti probiscus monkey ) dan biota air ( seperti udang galah, kepiting, kerang ), tentu saja sangat berpotensi sebagai kawasan ekowisata, karena kawasan mangrove PT. Kandelia Alam berdampingan dengan hutan lindung serta terletak di kelas lingkungan delta dengan kondisi air yang tidak berombak ( tenang seperti di danau ).

Semua potensi ini, memungkinkan untuk mengembangkan investasi yang ramah lingkungan dengan bekerja sama dengan expert mangrove kandelia alam.


Related posts:

No Comments

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.