• Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan

1.

Evaluasi Dampak Aktivitas Pembalakan
  Dampak penting dari kegiatan dan pengusahaan IUPHHK ini yang bersifat negative adalah terhadap komponen biologi, yaitu pada : potensi vegetasi hutan alam, keanekaragaman jenis satwa, penyebaran populasi satwa, dan kelimpahan populasi. Sementara dampak positif adalah pada komponen social ekonomi dan budaya yang meliputi : Penyerapan tenaga kerja, pendapatan masyarakat, pendidikan, kesehatan serta kegiatan ekonomi.
Kelestarian jenis dan produksi bakau tetap terjamin bagi kepentingan masa depan, hal ini akibat dari kondisi edafik yang khas, selain karena factor pengelolaan dan perlindungan yang semakin mendapatkan perhatian.
Fungsi ekologi hutan mangrove dalam pengelolaan IUPHHK pada hutan alam di kawasan ini berdasarkan hasil analisis, walaupun sebagian menunjukan pengaruh dampak penting negatif, namun dalam kelestarian system dengan adanya kawasan lindung dan pemanenan hasil yang berwawasan lingkungan, hal tersebut dapat dipertahankan.
Pembatasan tempat pembesaran nekton tetap terjamin dengan adanya jalur hijau, kawasan lindung sempadan alur pasang surut di wilayah ini.
Fungsi social ekonomi budaya dari kegiatan IUPHHK-HA ini dari waktu ke waktu memberikan dampak positif yang semakin dapat dinikmati oleh masyarakat. Walaupun penyerapan tenaga local baru sedikit, namun penurunan derajat kemiskinan akan terjadi, selain itu pendapatan masyarakat juga akan meningkat.
Kontribusi IUPHHK-HA terhadap pembangunan daerah dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Kontribusi secara langsung melalui pembangunan sarana prasarana fisik, pengadaan sarana prasarana sosial, sarana peribadatan, yang secara langsung dapat dinikmati oleh masyarakat yang berada di dalam maupun disekitar areal IUPHHK-HA.
Kontribusi yang tidak langsung berasal dari pembayaran pajak perusahaan, pajak penghasilan, pajak kendaraan, pajak Bumi dan Bangunan, dan Pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR), Iuran IUPHHK (license fee), dimana masyarakat setempat tidak langsung dapat merasakan karena kontribusi IUPHHK-HA tersebut masuk kedalam kas pendapatan daerah. Kontribusi IUPHHK-HA secara tidak langsung ini akan meningkatkan PAD untuk Kabupaten Kubu Raya.
Walaupun kontribusi secara tidak langsung, namun dengan penambahan PAD bagi daerah ini, maka masyarakat akan merasakannya melalui peningkatan kemampuan pemerintah daerah setempat dalam membangun wilayahnya.
2. Rencana Pengelolaan Lingkungan / RKL
  a. Dampak Penting Yang Dikelola
 

Rencana pengelolaan terhadap komponen atau parameter lingkungan hidup yang mengalami perubahan mendasar sesuai dengan studi ANDAL usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan alam mangrove oleh PT. Kandelia Alam di Kecamatan Kubu dan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, berdasarkan pada beberapa hal yang dipandang strategis untuk dikelola dengan mempertimbangkan :

a. Dampak penting yang dikelola terutama ditujukan pada komponen lingkungan hidup menurut hasil evaluasi dampak
    akibat adanya rencana usaha/kegiatan.

b. Dampak penting yang dikelola adalah dampak yang tergolong banyak menimbulkan dampak besar dan penting turunan
    (dampak sekunder, tersier dan seterusnya).

c. Dampak penting yang dikelola adalah dampak yang apabila dicegah akan membawa pengaruh lanjutan pada dampak
    besar dan penting turunan.

  b. Pengelolaan Lingkungan
  b.1. Keresahan masyarakat
  Tujuan dilakukannya pengelolaan terhadap dampak keresahan masyarakat adalah :
 
  • Menghilangkan persepsi negative masyarakat terhadap rencana kegiatan IUPHHK PT. Kandelia Alam.
  • Mengharmoniskan hubungan pengusaha dengan masyarakat sekitar.

Mengingat persepsi awal masyarakat terhadap rencana kegiatan cukup besar pengaruhnya terhadap kelangsungan pemanfaatan hasil hutan kayu di masa mendatang, maka perlu adanya pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat setempat oleh pemrakarsa secara arif dan bijaksana.

  b.2. Perubahan Keanekaragaman Jenis Fauna
  Tujuan dilakukannya pengelolaan terhadap dampak perubahan keanekaragaman jenis fauna:
 
  • Mengurangi dampak penurunan kenekaragaman jenis fauna di wilayah studi sebagai akibat kegiatan PWH dan penebangan. Di samping itu, merupakan upaya untuk membentuk kembali habitat satwa yang menurun akibat kegiatan PWH dan penebangan.
  • Melestarikan jenis-jenis satwa liar dan keragaman jenis flora yang dilindungi oleh peraturan perundangan..
  • Mengoptimalkan fungsi jalur hijau (greenbelt), dan revegetasi pada lahan yang rusak/tidak produktif serta sebagai tempat habitat satwa melakukan aktivitasnya (berkembang biak, berlindung atau mencari makan) .
  b.3. Peningkatan Laju Abrasi
  Tujuan dilakukannya pengelolaan terhadap dampak peningkatan abrasi :
 
  • Mengurangi laju abrasi serta menanggulangi menurunnya sumber daya lahan dan rusaknya ekosistem mangrove yang beragam dan bermanfaat akibat abrasi, beserta aspek-aspek yang ditimbulkan.
  b.4. Perubahan Aktivitas Perekonomian Masyarakat
  Tujuan dilakukannya pengelolaan terhadap dampak perubahan aktivitas perekonomian masyarakat :
 
  • Meningkatkan angkatan kerja wilayah setempat, menurunkan jumlah masyarakat yang belum mendapat pekerjaan.
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat setempat melalui kesempatan untuk bekerja dan berusaha di sekitar wilayah pemanfaatan hasil hutan kayu.
  b.5. Kecelakaan Kerja
  Tujuan dilakukannya pengelolaan terhadap dampak kecelakaan kerja:
 
  • Mengendalikan munculnya kasus kejadian kecelakaan pada saat bekerja.
  b.6. Perubahan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat
  Tujuan dilakukannya pengelolaan terhadap dampak perubahan pelayananan kesehatan pada masyarakat:
 
  • Menekan penyebaran dampak primer sehingga kualitas lingkungan yang menurun dapat dilokalisir hanya pada wilayah kegiatan saja,
  • Meningkatkan derajat dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup Kegiatan IUPHHK PT. Kandelia Alam di Kecamatan Kubu dan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat

3. Rencana Pemantauan Lingkungan/RPL
  Berdasarkan evaluasi dampak yang penting, maka dampak penting yang perlu dipantau adalah dampak yang bersifat negative terhadap komponen biologi, yaitu potensi vegetasi hutan alam, keanekaragaman jenis satwa, penyebaran serta kelimpahan individu satwa dan hama serta penyakit.