• How to Rehabilitate of Mangrove Unproductive Area

nonprod215

Langkah pertama adalah melakukan deliniasi makro dan IHMB terhadap seluruh areal PT. Kandelia Alam, didapatkan luas mangrove tidak produktif atau diklasifikasikan sebagai areal non hutan adalah seluas 615 ha. Dengan demikian areal hutan non produktif yang akan dimasukkan ke dalam program penanaman adalah seluas ± 60 ha pertahun dan akan diselesaikan selama jangka waktu 10 tahun.

Land preparation

Land
Preparation

Tanaman Umur 6 bulan

Tanaman Umur 6 bulan

Tanaman Umur 2 tahun

Tanaman Umur 2 tahun

Tanaman Umur 4 tahun

Tanaman Umur 4 tahun

Tanaman Umur 6 tahun

Tanaman Umur 6 tahun

Tanaman Umur 12 tahun

Tanaman Umur 12 tahun

Areal tidak produktif dengan tujuan produksi akan ditanami dengan jenis Bakau (Rhizophora spp) dan tumu (Bruguiera gymnorrhiza),
2
4
Untuk tujuan rehabilitasi habitat
satwa akan ditanami dengan jenis perepat ( Sonneratia spp ) dan nyirih kapur ( Xylocarpus granatum ),
 
3
 
1
Ceriops tagal

Ceriops tagal

Xylocarpus granatum

Xylocarpus granatum

Rhizophora apiculata

Rhizophora apiculata

Bruguiera xylindrica

Bruguiera xylindrica

Untuk tujuan arboretum /pendidikan akan ditanam dengan semua jenis mangrove yang ada di ekosistem mangrove batu ampar ini.
Kandelia candel

Kandelia candel

Xylocarpus muluccensis

Xylocarpus muluccensis

Bruguiera gymnorrhiza

Bruguiera gymnorrhiza

Bruguiera xylindrica

Bruguiera xylindrica

Urutan kegiatan penanaman areal tidak produktif adalah :
 a.  Persiapan Lahan
   Kegiatan yang termasuk dalam persiapan lahan adalah penebasan pohon pengganggu seperti pakis-pakisan (Acrostichum    aureum) dan nipah ( Nypa fruticans ), penataan areal tanam, antaranya membuat jalur inspeksi.
 b.  Pengadaan bibit
   Membuat persemaian dengan jenis bibit yang cocok dengan lokasi tanam, seperti jenis Tumu (Bruguiera                gymnorrhiza), Bakau (Rhizophora apiculata) dan perepat ( Sonneratia spp ) untuk tipe mangrove.
 c.  Penanaman
   Kegiatan yang termasuk kegiatan penanaman adalah pemasangan ajir, pembuatan lobang tanam dan penanaman.
 d.  Pemeliharaan
 
  • Pemeliharaan I adalah kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan waktu tanam, yaitu kegiatan penyulaman, penebasan tanaman pengganggu.
  • Pemeliharaan II adalah meliputi kegiatan pemeliharaan jalan inspeksi, penyulaman dan penebasan tanaman pengganggu.
  • Pemeliharaan lanjutan I meliputi kegiatan pemeliharaan jalur inpeksi, penyulaman dan penebasan tanaman pengganggu
  • Pemeliharaan lanjutan II meliputi kegiatan pemeliharaan jalur inspeksi dan penebasan tanaman pengganggu.
  • Pemeliharaan lanjutan III adalah kegiatan akhir dari aktivitas penanaman tanah kosong sampai tanaman tersebut masak tebang (siap dipanen), kegiatannya meliputi Penebasan pohon pengganggu dan perbaikan plank nama kegiatan.


No Comments

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.