• Kelas Lingkungan

Lingkungan hutan mangrove di Indonesia dengan sedikit modifikasi, dibagi dalam 4 kelas lingkungan hutan mangrove sebagai berikut :

  1. Delta; terbentuk di muara-muara sungai yang berkisaran pasang surut rendah. Sedimen yang terbawa aliran sungai dengan cepat mengendap membentuk delta, umumnya dengan morfologi bercabang-cabang menyerupai “kaki burung (bifurcated)”. Selain cabang-cabang sungai (tributaries) di sini dijumpai juga sungai-sungai pasang-surut (tidal creeks) yang besar dan berkelok-kelok. Delta semacam ini ditemukan misalnya di Sumatera (delta Musi) dan di Kalimantan (delta Mahakam, delta Batu Ampar).
  2. Dataran lumpur; dapat terletak di pinggiran pantai (misalnya di selatan Sorong) atau di tepi goba (misalnya di Segara Anakan bagian timur). Kisaran pasang-surut yang relatif tinggi menimbulkan arus pasang-surut yang cukup kuat. Arus pasang-surut tersebut menyebarluaskan sedimen dari sungai menjadi dataran endapan lumpur yang luas setinggi permukaan air di waktu pasang tinggi.
  3. Dataran pulau; lingkungan mangrove ini berbentuk sebuah pulau kecil yang pada waktu surut rendah muncul di atas permukaan air. Hampir seluruh pulau tertutup oleh vegetasi hutan mangrove. Substrat terdiri dari sedimen asal darat (terigen) atau endapan karbonat laut (coral). Contoh untuk jenis yang disebut pertama misalnya pulau Lumpur di Segara Anakan (sebelah selatan Karanganyar), sedangkan contoh untuk jenis kedua misalnya Pulau Piroko di Kepulauan Kangean, Madura.
  4. Dataran pantai; habitat ini merupakan jalur sempit memanjang pantai. Substrat terdiri dari pasir, pasir berlumpur atau batu-batuan. Vegetasi hutan mangrove yang berkembang di sini biasanya sempit saja dan kurang baik pertumbuhannya. Komunitas hutan mangrove semacam ini biasa disebut hutan mangrove pinggiran (fringing mangroves). Pertumbuhan vegetasi di tempat-tempat seperti ini sangat lambat. Pantai utara Labuhan merupakan contoh habitat mangrove pinggiran bersubstrat batu-batuan dan pantai Tobelo habitat mangrove pinggiran  bersubsrat batu-batuan dan atau kerikil. Beberapa pulau kecil dari Kepulauan Seribu merupakan lingkungan mangrove bersubsrat pasir karbonat ataupun pecahan koral.

Kelas Lingkungan

Areal mangrove yang terdapat dalam IUPHHK-HA PT. Kandelia Alam termasuk dalam kelas lingkungan ”delta”

 

 

 

No Comments

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.