• Kunjungan Tamu

 

  Teman-teman WWF setanah air,

Kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita dari tepian hutan bakau di pedalaman Kalimantan Barat setelah menempuh perjalanan darat, sungai dan laut selama tiga jam dari kota Pontiana, tibalah kami di hutan bakau yang dikelola oleh satu perusahaan, PT. Kandelia. Perusahaan ini sedang dibantu oleh GFTN dan TBI untuk mendapatkan sertifikat ekolabel.

Pedalaman KalBar

Begitu sampai di lokasi, senang sekali masih bisa menyaksikan hamparan hutan bakau yang bertahan dan masih bisa tumbuh dengan baik, sementara kita ketahui di beberapa tempat keberadaan hutan bakau semakin menyusut dan bahkan menghilang. Dari pengamatan sepintas selama satu hari kemarin, saya mendapatkan gambaran hutan bakau ini dikelola dengan baik oleh PT. Kandelia. Tegakan yang didominasi oleh jenis Rhizopora ternyata berhasil tumbuh secara alami dengan baik.

Pedalaman KalBar1

Satu hal yang menarik, di hamparan hutan bakau ini juga dapat kita temukan Bekantan atau sering juga disebut sebagai Kera Belanda (Nasalis larvatus) yang sudah langka dan di Indonesia sudah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi. Uyung, Albert dan Joko beserta teman-teman yang sedang melakukan survey di lokasi ini berhasil mendokumentasikan keberadaan Kera Belanda. Kenyataan ini mendorong kita untuk membantu perusahaan agar dapat menjaga dan melestarikan keberadaan satwa langka tersebut. Apabila keberadaan satwa langka ini bisa dipertahankan dan dijaga kelestariannya maka akan menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan pengusahaan hutan yang dijalankan dengan baik akan dapat hidup berdampingan dengan upaya pelestarian satwa langka yang ada di dalam areal kerja mereka. Apabila berhasil, upaya ini juga akan menjadi bukti bahwa kegiatan pengusahaan hutan yang dijalankan dengan baik dan benar akan berdampak positif pada pelestarian satwa dan hal ini menjadi penting karena sebagian besar (ada yang menyebutkan 70%) satwa langka dan dilindungi hidup dan berkembang biak diluar kawasan-kawasan konservasi.

Keberadaan satwa langka tersebut juga akan menjadi potensi yang menarik apabila kawasan ini akan dikembangkan sebagai objek ekowisata. Rencana pengembangan ekowisata ini ternyata juga telah menjadi pemikiran pihak PT Kandelia.

Pedalaman KalBar2

Tentu saja saya tidak akan melewatkan cerita makan siang yang begitu nikmat. Bukan hanya lokasinya yang berada di tepian sungai dan hutan bakau, tetapi juga sajian kepiting dan ikan yang sangat memikat dan menggugah selera. Siang ini kami akan berkunjung ke Untan untuk menyerahkan sumbangan buku dan menyampaikan kuliah umum.

Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman Tim Kalbar yang telah mengorganisir kunjungan lapangan dan pertemuan di Untan ini.

Salam dari Pontianak,
Efransjah

Catatan : perjalanan ini kami lakukan bersama dengan Prof. Hadi Alikodra, Direktur Forest, Direktur Marine, Wisnu dan Dito.