• Step 1. Penataan Areal Kerja ( PAK )
Tahapan Silvikultur

b). Penataan Areal Kerja
Penataan areal kerja (PAK) adalah pembagian areal kerja menjadi bagian-bagian areal yang terdiri dari blok dan petak kerja sesuai dengan peruntukannya untuk keperluan perencanaan tebangan, penanaman/rehabilitasi, penanaman tanah kosong, kawasan pelestarian plasma nutfah, kebun benih, buffer zone, sarana dan prasarana serta jalur hijau.
Kegiatan PAK bertujuan untuk mengatur blok kerja tahunan dan petak kerja sehingga kegiatan perencanaan, produksi, pemantauan dan pengawasan kegiatan pemanfaatan hutan dapat berjalan dengan tertib dan efisien.
Dalam pelaksanaannya, areal kerja dibagi kedalam blok-blok tebangan dan petak-petak kerja, kawasan lindung, dan areal yang tidak efektif untuk produksi.

Areal efektif untuk unit produksi seluas  12.489 Ha, dengan menggunakan daur 20 tahun maka diperoleh etat luas  624 Ha/tahun.

a). Arti dan Tujuan

Penataan merupakan kelengkapan pekerjaan di sektor pengusahaan hutan untuk mendukung sistem pengelolaan hutan yang teratur dan efisien dalam mencapai tujuan berdasarkan azas kelestarian.

Penataan hutan dapat menjamin diselenggarakannya analisa atau pengkajian setiap waktu diperlukan, untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan mengembangkan pengelolaan hutan dimasa datang.

Untuk itu maka penataan hutan areal ini akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk mampu mendukung pelaksanaan kerja pengusahaan hutan dalam arti luas. Secara lebih rinci arti dan tujuan penataan areal kerja adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengatur perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengawasan kegiatan pengusahaan hutan pada blok kerja.
  2. Kegiatan penataan areal kerja dalam satu blok kerja tahunan dilaksanakan dengan membagi areal kerja menjadi petak-petak kerja. Pembagian petak tebangan pada hutan mangrove diutamakan memakai batas-batas alam yang ada, seperti sungai pasang surut, alur air pasang surut dan lain sebagainya.
  3. Kegiatan penataan areal kerja meliputi kegiatan perencanaan, pembuatan dan pemasangan pal-pal batas blok dan petak kerja tahunan, pengukuran serta pemetaannya.
  4. Hasil pengukuran batas blok dan petak kerja tahunan digambarkan pada suatu peta kerja.
  5. Penataan areal kerja pada blok kerja tahunan dilaksanakan tiga tahun sebelum penebangan (Et – 3).
 No. Alokasi  Alokasi Luas ( ha )  %
A. Kawasan Lindung   3,890  21%
1 Buffer Zone HL  504
2 Sempadan sungai/alur pasang surut 400
3 Kawasan Konservasi Insitu(KKI))/ Loa Rawa 2.986
 B. Kawasan Untuk Tidak Produksi  1,136  6%
1 Sarana Prasarana  40
2 Kebun Benih 0
3 Sungai dan alur Pasang Surut 1,096
C. NH efektif 615  3%
D. Areal Efektif Produksi 12,489 69%
 Jumlah 18,130 100%


Related posts:

No Comments

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.