• Step 8. Penjarangan

Penjarangan adalah tindakan pemeliharaan untuk mengatur ruang tumbuh dengan cara untuk mengurangi kerapatan tegakan, dengan harapat dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tegakan tinggal.

Sesuai dengan Sistim Sulvikultur Hutan Payau dan hasil penelitian yang di lakukan oleh HPH PT. Bina Lestari, Riau Tahun 1998, penjarangan sebaiknya dilakukan pada 10 s/d 15 tahun setelah tebangan. Untuk

penjarangan tahap I ( Et+10) akan ditinggalkan permudaan tingkat pancang dan tiang sebesar 70% dari tingkat semai ideal ( 2.500 pohon per ha ), sedangkan penjarangan tahap II ( Et+15 ) akan ditinggalkan permudaan tingkat tiang (pole) sebanyak 70% dari jumlah pohon tinggal pada penjarangan tahap I.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mulia, F. 1995 dalam tulisan yang berjudul ” Riap = Petumbuhan ? Hutan Mangrove” Pohon Jenis Rhizophora apiculata di Areal Eks HPH PT. Bina Lestari, Riau menyebutkan bahwa riap pohon bakau ( R. Apiculta ) dengan jarak tanam 2m x 2m mulai menurun ( pertemuan CAI dan MAI ) pada saat tanaman berumur 7 sampai dengan 8 tahun, sehingga perlu dilakukan penjarangan minimal pada umur 10 tahun, agar pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat dibandingkan dengan tidak dijarangkan sama sekali.

Hasil penjarangan diharapkan sudah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri arang kayu dan atau bahan baku kayu serpih/pulp.

Pertumbuhan (growth) tegakan pada umur 10 tahun adalah 103,25 m3/ha dan pada tegakan yang sudah berumur 15 sebesar 126,60 m3/ha.


Related posts:

No Comments

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.