• White Charcoal is a Green Energy and High Calories 

White Charcoal copy

Salah satu sumber energy yang terbarukan ( renewable resources ) atau non migas adalah sumber daya hutan, antara lain berasal dari hutan mangrove. Pengelolaan mangrove telah terbukti dapat dikelola secara lestari dan berkelanjutan,

Sebagai contoh, pengelolaan hutan mangrove untuk bahan baku arang telah dilaksanakan oleh penduduk Selat Panjang, Langsa dan langkat selama lebih kurang 100 tahun secara turun temurun, dengan kondisi hutan yang tetap lestari, begitu juga di Negara Tetangga Malaysia, dimana industri arang dan pengelolaan hutannya, malahan sudah dapat dikaitkan dengan program ecotourism, sehingga nilai non kayu jauh lebih besar nilainya dari pada nilai kayunya. Sementara produksi arang putih yang saat ini ada di Indonesia terletak di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

Dinegara asalnya, Jepang, arang putih disebut juga “Bincho” Charcoal ( Bin-cho-tan ) atau hardcharcoal, dengan bahan baku baku berasal dari jenis kayu Quercus atau di Jepang di sebut “Ubamegashi” ( Quercus phillyracoides )

Keuntungan dari pembuatan arang putih ( white charcoal ) yaitu modal yang diperlukan tidak terlalu besar, teknologi sederhana, pemasaran produk masih terbuka lebar, bahan baku melimpah, dapat menampung tenaga lokal, hutan dapat dikelola secara lestari (sustainable mangrove forest management), abu hasil pembakaran sedikit dan dapat menghasilkan calori yang lebih tinggi

 

 

 


Related posts:

No Comments

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.